Mati Satu Tumbuh Seribu PSK Maroko di Puncak

by Achmad Kurniawan 761 views

PAKAR ONLINE - BOGOR – Pekerja Seks Komersil (PSK) asal Maroko di kawasan Puncak, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, sulit ditertibkan. Ibarat peribahasa, mati satu tumbuh seribu. Berulangkali dilakukan penertiban namun selalu saja ada gantinya.

Kepala Divisi Kumham Provinsi Jawa Barat, Ade Sukma Murni Sinulingga mengaku prihatin dengan situasi tersebut. Menurutnya, perilaku turis asing asal Benua Afrika ini sudah tidak bisa ditolerir. Karena kedatangan mereka ke Indonesia yang semestinya sebagai wisatawan namun pada kenyataannya justru menjual diri.

“Status mereka turis tapi membuka praktik prostitusi terselubung. Ini kategori pelanggaran izin tinggal yang sanksinya harus diperberat,” tegasnya ditemui PAKAR ONLINE saat melakukan kunjungan kerja ke Kantor Imigrasi Kelas I Bogor, Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Jumat (13/1/2017).

Dikatakan Ade, kebijakan bebas visa yang diterapkan di Indonesia, menjadi  sarana dan obyek untuk di salah gunakan oleh para wisatawan.  "Kita hanya bisa melakukan pengetatan dan semakin mengintensifkan pengawasan di lapangan, karena sekarang warga negara asing atau WNA bebas untuk datang," ucapnya.

Ade juga menyebut jumlah petugas Imigrasi yang bertugas melakukan pengawasan WNA sangat tidak sebanding.

"Kalau berbicara kekurangan personil, memang saat ini masih kurang sekali, tetapi kita maksimalkan dengan personil yang ada mengintensifkan pengawasan di lapangan," tandasnya. SYARIF HIDAYATULLAH (PAKUAN RAYA)